PENDIDIKAN DI NEGERI ZIRAN (lintas negara)
1.0 Pendahuluan Teknologi informasi telah mengubah cara manusia bekerja. Hjetland (1995) menyatakan bahwa "Technology can make our lives easier. Everyday tasks are Simplified". Ia juga menyatakan bagaimana teknologi dapat mempermudah tugas serta meningkatkan kinerja guru seperti petunjuk teknologi untuk kerja-kerja manajemen dan kerja-kerja pengajaran pembelajaran. K-Ekonomi merupakan isu utama yang disarankan oleh Perdana Menteri kita, maka seharusnya pengetahuan tentang teknologi informasi adalah penting bagi guru-guru dalam membentuk generasi yang akan datang. Winston Churcil menyatakan "kekaisaran di masa depan adalah kekaisaran pemikiran dan minda" Untuk mengembangkan pemikiran dan minda pelajar khususnya, pendekatan pengajaran dan pembelajaran teknologi informasi di sekolah perlu digubah ke pemikiran penelitian, mengunpul informasi, menganalisis data ke arah mendorong kreativitas dan motivasi siswa. Pendekatan pengajaran secara tradisional secara kickback catatan seharusnya di kikis dari pemikiran guru tetapi terakhir dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan ke arah informasi.
2.0 Lainnya Komponen Komputer Dalam Pendidikan Struktur kurikulum Kursus Dalam Layanan (KDP) 14 minggu komputer adalah seperti berikut a) Dasar Dinamika Guru a) Pengajaran dan pembelajaran Bestari i. Keterampilan Teknologi Informasi ii. Keterampilan Secara Kritis dan Kreatif iii. Keterampilan Belajar iv. Keterampilan mentaksir dan Menilai v. Manajemen Pembelajaran Bestari
b) Komputer Dalam Pendidikan a) Pengenalan Kepada Sistem Dan Jaringan Komputer i. Perkembangan Komputer Dan Teknologi Informasi ii. Komputer Dalam Pendidikan iii. Hardware dan Software
b) Jaringan Komputer i. Pengenalan Kepada Komunikasi Data dan Jaringan Komputer ii. Jaringan Lokal (LAN)
c) Pemeliharaan Sistem Komputer dan Manajemen Teknologi Informasi di Sekolah i. Perawatan Sistem komputer ii. Pengantar komponen dan fungsinya iii Menanggal dan menginstal ulang komponen komputer iv. Mendeteksi kerusakan dan petunjuk perangkat lunak ultiliti v. Konfigurasi sistem komputer vi. Penyediaan perangkat lunak vii. Manajemen berkas vii. Persiapan Sistem jaringan ix Manajemen dan perawatan hardware
d) Manajemen Teknologi Informasi a) Merancang, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan TM di sekolah b) Penyediaan laboratorium komputer c). Aspek keamanan
e) Internet Dalam Pendidikan a) Pengenalan Internet i. Penggunaan internet ii. Persyaratan Hardware dan Software iii. Penggunaan Internet Dalam Pendidikan iv. Keterampilan Cari Dan Menyimpan Informasi Dari Internet v. Kiat-kiat Saat Terkait Internet
b) Pembangunan Halaman Web i. Mengenal contoh-contoh Halaman Web ii. Mengidentifikasi contoh-contoh perangkat lunak yang berhubungan iii. Pemilihan grafis dan musik
3.0 Teori Dan Strategi Pembelajaran Pembelajaran adalah proses akuisisi informasi dan pengetahuan, penguasaan keterampilan dan kebiasaan serta pembentukan sikap dan kepercayaan. Proses pembelajaran terjadi sepanjang hayat seseorang manusia. Proses pembelajaran terjadi di mana-mana tempat dan pada setiap masa. Dalam konteks pendidikan, guru biasanya berusaha sekuat tenaga mengajar agar siswa dapat belajar dan menguasai isi pelajaran untuk mencapai sesuatu tujuan yang ditentukan. Pembelajaran akan membawa kepada perubahan pada seseorang. Namun perubahan yang disebabkan oleh kematangan seperti berjalan dan makan atau penyakit dan kelaparan tidaklah dianggap sebagai pembelajaran. Kamus Dewan menentukan pembelajaran sebagai proses belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan menjalani pelatihan. Menurut pandangan anggota kognitif, pembelajaran dapat didefinisikan sebagai satu proses internal yang menghasilkan perubahan perilaku yang agak permanen. Sedangkan aliran behavioris pula berpendapat bahwa pembelajaran adalah perubahan dalam tingkah laku, yaitu cara seseorang bertindak dalam suatu situasi. Dalam psikologi humanis pembelajaran dianggap proses yang dapat membantu seseorang mencapai sempurna otomatis dan nilai individu. Teori-Teori pembelajaran memiliki beberapa kepentingan para guru.
Menurut Arif Sukardi (1987), ada beberapa sebab teori-teori pembelajaran ini perlu dikuasai oleh guru, diantaranya adalah sebagai berikut: a) teori pembelajaran membantu guru memahami proses pembelajaran yang terjadi di dalam diri siswa itu sendiri. b) guru dapat memahami kondisi dan faktor yang mempengaruhi, mempercepat atau memperlambat proses pembelajaran seseorang. c) guru dapat membuat prediksi yang akurat tentang hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran.
Ada beberapa teori yang dikemukakan mengenai pembelajaran, setiap teori memiliki konsep atau prinsip tersendiri pada proses belajar. Berdasarkan berbezaan sudut pandang ini maka teori pembelajaran tersebut dapat dikategorikan ke beberapa bagian.
a) Teori Tingkah Laku Teori ini diperkenalkan oleh aliran mazhab behavioris. Mereka berpendapat bahwa pembelajaran adalah perubahan dalam tingkah laku, yaitu cara seseorang bertindak dalam suatu situasi. Tampilan ini memfokuskan kepada perubahan tingkahlaku yang nyata dan dapat diperhatikan. Di antara pandangan atau definisi pembelajaran mazhab behavioris yang dapat diterima umum adalah seperti yang diberikan oleh Kimble (1961) yang menyatakan pembelajaran sebagai perubahan potensi tingkahlaku yang agak tetap akibat dari latihan pengukuhan. Perubahan pembelajaran ini terjadi dalam empat proses yaitu hubungan, pelaziman klasik, pelaziman operan dan pembelajaran melalui pengamatan. Di antara prinsip-prinsip teori behaviorisme yang diterapkan dalam pembelajaran komputer adalah a) Proses belajar dapat terjadi dengan baik bila siswa ikut dengan aktif didalamnya. Kondisi ini dapat diwujudkan dengan dengan menyediakan kegiatan tertenti yang melibatkan siswa secara aktif seperti diskusi dalam kelompok, aktivitas praktik, misalnya praktik membuka dan menginstal komponen perangkat keras komputer. b) Bahan pelajaran disusun dalam urutan yang logis supaya pelajar dapat dengan mudah mempelajarinya dan dapat memberikan respon tertentu. Misalnya dalam menyampaikan judul komponen perangkat keras komputer bahan-alat bantu mengajar seperti kertas distribusi atau hand out disediakan terlebih dahulu di samping penggunanaan slide powerpoint dapat menjelaskan sesuatu konsep atau fungsi dengan jelas.Ini memudahkan siswa memahami judul yang diajar. c) Setiap respon harus diberi tanggapan langsung agar siswa dapat mengetahui apakah respon yang diberikannya telah benar. Keterlibatan dan perhatian siswa dapat dipertahankan dengan memberikan imbalan atau rangsangan dengan tujuan untuk memotivasi mereka untuk mengikuti pembelajaran berikutnya. Setiap respon siswa perlu diberikan masukan yang positif. d) Setiap kali siswa memberikan respon yang benar maka ia harus diberi motivasi. Setiap kali pelakar berhasil melakukan sesuatu aktivitas atau memberikan respon yang benar atau baik maka ia harus diberikan imbalan untuk mempertahankan minat siswa untuk melanjutkan pembelajaran berikutnya. Misalnya dalam aktivitas kelompok instalasi komponen perangkat keras komputer dalam grup, guru dapat memberikan imbalan seperti jumlah nilai tertinggi, kakat-kata pujian atau bentuk tindakan yang dapat memotivasi siswa.
Menurut (Gagne, Briggs dan Wager 1992) dalam teori pembelajaran perilaku (Behavioral), terdapat sembilan elemen yang baik untuk sesuatu pengajaran. Berdasarkan sembilan elemen ini, jika dikaitkan dengan pengajaran topik Konsep Dasar Sistem Komputer beberapa metode dan strategi dapat diterapkan saat proses pengajaran dilakukan di dalam kelas. Misalnya dalam pengajaran pembelajaran perangkat keras komputer, pada awal pengajaran seorang guru itu harus pandai menarik perhatian dengan menyediakan alat bantu mengajar yang dapat menarik perhatian seperti presentasi powerpoint yang menarik terutama untuk menjelaskan tentang judul mengenai dasar perkasan komputer ke dalam kelas. Guru harus memberitahu siswa bahwa judul ini sangat menarik dan penting karena ia akan mengungkapkan siswa ke pengetahuan dasar mengenai perangkat keras sistem komputer. Guru harus memberitahu siswa tentang tujuan pelajaran dan apa yang diharapkan satelah selesai mengikuti pembelajaran. Misalnya, guru harus menjelaskan mengapa judul ini sangat penting untuk di pelajari dan apakah penggunaan dan kepentingannya terhadap siswa. Selain itu, sebelum memulai sesuatu proses pengajaran dan pembelajaran, seorang guru itu harus merangsang siswa untuk mengingat kembali materi yang telah di pelajari sebelumnya. Guru juga harus mempersembahkan bahan yang merangsang yaitu dalam beberapa pertanyaan, suara guru harus jelas dan berintonasi, susunan ide saat berbicara juga penting dan juga menggunakan berbagai media yang relevan misalnya grafik alir, gambarajah dan juga slide proyektor. Guru juga harus mendorong siswa berbicara dan menyuruh siswa mengajar teman-teman mereka yang tidak mengerti tentang topik yang di ajar pada hari itu. Guru harus mendeteksi kemajuan siswa dengan mengemukakan pertanyaan atau memberi tugas agar siswa dapat mengaplikasikan ilmu yang di pelajari. Misalnya, guru memberi tugas kepada siswa bagaimana untuk mendapatkan data tentang jenis perangkat keras komputer terakhir di pasar judul perangkat keras komputer yang telah dipelajari sebelumnya.
b) Teori Kognitif Psikolog kognitif menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses internal dan tidak dapat diperhatikan secara langsung. Pembelajaran menyebabkan perubahan perilaku seseorang terhadap sesuatu situasi yang khusus. Perubahan perilaku dianggap cuma mencerminkan perubahan internal yang sulit untuk diperhatikan seperti pengetahuan, perasaan, harapan dan pemikiran. Menurut Bruner untuk mengajar sesuatu tidak perlu menunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu. Aspek pentingnya adalah bahan pengajaran harus disediakan dengan baik. Dengan kata lain perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral dimana materi pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari tingkat rendah sampai ke tingkat menengah, disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif mereka. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep, makna dan hubungan dalam proses intuitif dan seterusnya menghasilkan suatu kesimpulan.
Menurut Hartley & Davies (1976), prinsip-prinsip kognif dari beberapa contoh di atas banyak diterapkan dalam dunia pendidikan khususnya dalam melaksanakan kegiatan perencanaan pembelajaran. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut a) Siswa akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu. b) Penyusunan bahan pelajaran dari sederhana ke rumit. Pelajar harus lebih tahu tugas-tugas yang bersifat lebih sederhana. c) Pembelajaran dengan memahami lebih baik dari pada menghafal tanpa pemahaman. Sesuatu yang baru harus sesuai dengan apa yang telah diketahui siswa sebelumnya. d) Tugas guru di sini adalah menunjukkan hubungan apa yang telah diketahui sebelumnya. e) Adanya perbedaan individu yang harus diperhatikan dan faktor ini mempengaruhi proses pembelajaran siswa.
Kognitif berhubungan dengan mental, dan ianya berkaitan erat dengan ingatan jangka panjang dan memori jangka pendek. Ini dapat dilihat dalam teori Pengolahan Informasi. Teori ini berfokus pada bagaimana siswa memproses informasi oleh siswa. Informasi yang baru disimpan dalam memori jangka pendek. Kemudian diproses sebelum disimpan ke memori jangka panjang. Kombinasi pengetahuan (informasi yang diproses) dan keterampilan di memori jangka panjang akan membangun strategi kognitif atau keterampilan yang berhubungan dengan tugas-tugas yang kompleks. Langkah langkah pengajaran mengikut teori pemrosesan informasi disampaikan sebagai berikut. a) Perhatian siswa: Permulaan pengajaran dengan memberikan feature induksi yang dapat menarik perhatian siswa ke guru dan pengajaran. Misalnya dalam pengajaran judul perangkat keras komputer guru dapat bersoaljawab dengan siswa dan menunjukkan beberapa contoh perangkat keras kompouter ke dalam kelas. b) Membawa memori siswa pada judul yang berhubungan. Diskusi judul-judul yang lalu yang sudah dipelajari dan dikaitkan dengan topik yang kan diajar. c) Penekanan terhadap isi pelajaran yang penting (utama). Pengajaran pembelajaran sesuatu tajuk disampaikan dengan petunjuk alat bantu mengajar yang bertepatan dengan judul yang akan disampaikan. Misalnya dalam pengajaran judul perangkat keras komputer beberapa handout tentang didistribusikan ke siswa sebagai banah panduan dan referensi untuk mengikuti pengajaran guru. Selain penyediaan slide powerpoint yang baik dan dapat menjelaskan isi pelajaran yang disampaikan. d) Persembahkan informasi dengan teratur dengan menggunakan alat bantu mengajar yang sesuai. Misalnya seperti perangkat lunak kursus yang berhubungan dengan judul perangkat keras komputer. e) Tunjukkan pelajar bagaimana mengkategorikan informasi yang diterima. Guru membantu dan memberikan bimbingan kepada siswa untuk melaksanakan memahami dan pembelajaran. f) Beri kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan informasi yang baru diterima g) Pengulangan Contoh ialah mengingatkan pelajar beberapa isi penting yang dipelajari (ingatan janga pendek) dan menyediakan
beberapa aktivitas atau latihan yang berhubungan dengan pelajaran yang lalu (memori jangka panjang)
c) Teori Konstruktivisime Konstruktivisime merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam minda manusia. Unsur-unsur konstruktivisme telah lama dipraktekkan dalam metode pengajaran dan pembelajaran di tingkat sekolah, maktab dan universitas tetapi tidak begitu signifikan dan tidak ditekankan. Berdasarkan pemahaman konstruktivisme, ilmu pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru kepada siswa dalam bentuk yang serba sempurna. Pelajar perlu bina sesuatu pengetahuan itu menurut pengalaman masing-masing. Pembelajaran adalah hasil dari usaha siswa itu sendiri dan guru tidak dapat belajar untuk siswa. Blok bangunan dasar untuk ilmu pengetahuan adalah satu skema iaiatu aktivitas mental yang digunakan oleh siswa sebagai bahan mentah untuk proses renungan dan pengabstrakan. Pikiran siswa tidak akan menghadapi realitas yang ada secara terpisah dalam lingkungan. Realitas yang diketahui murid adalah realitas yang dibangun sendiri. Pelajar sebenarnya telah memiliki satu set idea dan pengalaman yang membentuk struktur kognitif terhadap lingkungan mereka.Untuk membantu siswa membangun konsep atau pengetahuan baru, guru harus memperhatikan struktur kognitif yang ada pada mereka. Bila informasi baru telah disesuaikan dan diserap untuk dijadikan bagian dari pegangan kuat mereka, barulah kerangka baru tentang sesuatu bentuk ilmu pengetahuan dapat dibangun. .
Beberapa orang anggota konstruktivisme yang terkemuka berpendapat bahwa pembelajaran yang berarti itu dimulai dengan pengetahuan atau pengalaman yang ada siswa. Rutherford dan Ahlgren berpendapat bahwa siswa memiliki ide mereka sendiri hampir dalam semua hal, dimana ada yang benar dan ada yang salah. Jika pemahaman dan salah konsep ini diabaikan atau tidak ditangani dengan baik, pemahaman atau kepercayaan asal mereka itu akan tetap kekal walaupun dalam ujian ini dapat memberi jawaban seperti yang diinginkan oleh guru. John Dewey menguatkan lagi teori konstruktivisme ini dengan mengatakan bahwa pendidik yang efisien harus melaksanakan pengajaran dan pembelajaran sebagai proses menyusun atau membangun pengalaman secara berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi siswa dalam setiap aktivitas pengajaran dan pembelajaran. Dari persepektif epistemologi yang disarankan dalam konstruktivisme fungsi guru akan berubah. Perubahan akan terjadi dalam teknik pengajaran dan pembelajaran, penilaian, penelitian dan cara melaksanakan kurikulum. Misalnya, perspektif ini akan mengubah metode pengajaran dan pembelajaran yang berkonsentrasi kepada perolehan siswa meniru dengan tepat apa saja yang disampaikan oleh guru kepada metode pengajaran dan pembelajaran yang berkonsentrasi kepada perolehan siswa membangun skema pengkonsepan berdasarkan pengalaman yang aktif.
Dalam teori konstruktivisme, pelajar tidak lagi dianggap belajar dari apa yang diberikan guru atau sistem pengajaran tetapi secara aktif membangun realitas mereka sendiri dan pada waktu yang sama mengubah realitas tersebut. Ini adalah sesuai dengan metode pengajaran dan pembelajaran berbasis komputeri. Dalam melaksanakan pengajaran perangkat keras komputer siswa aktif dalam membangun realitas mereka sendiri. Segala pengetahuan dibangun oleh siswa dalam modul tidak didukung dari pengetahuan luar. Dick (1997) menyatakan bahwa konstruktivisme hanya mengusulkan metode dalam mana lingkungan pembelajaran dapat disusunatur dan diurus supaya dapat memberikan siswa dengan konteks terbaik untuk belajar. Pembelajaran akan melibatkan pelajar yang aktif dengan mencari pengetahuan dan melibatkan kerja-kerja amali. Teori ini juga beranggapan bahwa siswa mampu untuk membuat penelitian, menganalisis dan mempersembahkan informasi.
d) Teori Andragogi Teori andragogi oleh Kowles adalah suatu upaya untuk mengembangkan satu teori yang khas tentang pembelajaran orang dewasa. Knowles menegaskan orang dewasa adalah terarah diri dan diperkirakan bertanggung jawab atas keputusannya. Program pembelajaran orang dewasa seharusnya menampung aspek dasar ini. Andragogi membuat asumsi-asumsi berikut pada pola pembelajaran: a) Orang dewasa perlu mengetahui sebab ia harus mempelajari sesuatu b) Orang dewasa perlu belajar secara eksperimen. c) Orang dewasa menganggap pembelajaran sebagai solusi masalah. d Pembelajaran orang dewasa paling efektif jika topik pelajarannya mempunyai nilai segera.
Secara prakteknya, andragogi berarti instruksi untuk orang dewasa harus berfokuskan lebih ke proses dari materi yang diajarkan. Strategi-strategi seperti studi kasus, main peran, simulasi, dan penilaian diri adalah paling berguna. Pengajar berperan sebagai fasilitator atau staf resos dan kurang sebagai dosen atau penilai. Andragogi diaplikasikan ke bentuk pembelajaran orang dewasa dan telah digunakan luas dalam mencorak lahan organisasi.
Knowles memberi satu contoh aplikasi prinsip-prinsip andragogi dalam desain pelatihan komputer pribadi: a) Perlunya menjelaskan sebab sesuatu diajar (Misalnya, perintah tertentu, fungsi, operasi. b) Instruksi harus berorientasi tugas dan bukan hafalan-aktivitas pembelajaran harus dalam konteks di mana pekerjaan dilakukan. c) Instruksi perlu mempertimbangkan berbagai latar belakang siswa; bahan dan aktivitas pembelajaran harus disesuaikan dengan tipe / tingkat pengalaman
petunjuk komputer yang berbeda. Karena orang dewasa adalah terarah diri, instruksi harus mengizinkan siswa dewasa melakukan penemuan sendiri, dan memberi bimbingan dan bantuan jika kesalahan terjadi. Marzano dan Arredondo mengutarakan teknik pemrosesan mendalam (Deep Processing) yang menegaskan komponen pemikiran yaitu gambar, sensasi, emosi dan linguistik. Untuk mengingat sesuatu hal dengan baik, keempat komponen dibangkitkan.
Prinsip-prinsip Andragogi adalah seperti beikut. a) Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi instruksinya. b) Pengalaman (termasuk kesalahan) menjadi dasar untuk aktivitas pembelajaran. c) Orang dewasa paling berminat mempelajari subjek yang memiliki hubungan yang segera dengan pekerjaan atau kehidupan pribadinya. d) Pembelajaran orang dewasa adalah berpusatkan masalah dan bukan berorientasi isi
4.0 Konsep Pendekatan, Metode, Teknik Dan Strategi Pembelajaran Konsep pendekatan, metode, teknik dan strategi terkait satu sama lain dan saling lengkap melengkapi sehingga sulit untuk dibedakan antara satu dengan yang lain. Namun konsep pendekatan, metode, teknik dan strategi memiliki beberapa fitur tertentu. Pendekatan berarti cara mendekati sesuatu. Pendekatan mengacu pada cara bagaimana sesuatu mata pelajaran diajarkan berdasarkan tujuannya. Menurut Edward M. Anthony (1963), pendekatan adalah satu set asumsi yang saling terkait dengan proses pengajaran dan pembelajaran. Menurut itu pendekatan harus berlandaskan model, prinsip atau teori pembelajaran yang mencakup hal berikut: · Beton ke abstrak · Mudah ke kompleks · Keseluruhan ke bagian · Umum ke spesifik · Spesifik ke umum · Dekat ke jauh · Diketahui ke belum diketahui
Menurut satu seri tindakan guru yang sistematis dengan tujuan mencapai objektif pelajaran spesifik dalam jangka pendek. Seperti Edward M. Anthony (1963) metode merujuk pada ikhtiar keseluruhan diinginkan dalam satu set prosedur yang tersusun, berlandaskan kepada sesuatu pendekatan yang dipilih. Teknik mengajar adalah keterampilan guru dalam mengelola dan melaksanakan metode mengajar dalam sesuatu aktivitas pembelajaran. Di antara teknik mengajar yang biasa digunakan adalah teknik bercerita, bersyarah, diskusi, demonstrasi, latih tubi, penyoalan, sumbangsaran dan permainan. Tujuan menggunakan berbagai teknik mengajar dalam situasi pengajaran adalah untuk menarik minat siswa, mempertahankan perhatian serta membangkitkan rasa ingin tahu siswa agar mencapai tujuan pengajaran pembelajaran. Pemilihan teknik mengajar harus berdasarkan umur, kecerdasan, kemampuan dan minat siswa. Strategi berarti kebijaksanaan dalam mengelola sesuatu. Ini merujuk pada kebijaksanaan guru memilih pendekatan dan efisiensi merencanakan metode, teknik dalam satu-satu pengajaran berdasarkan tujuan pelajaran yang ditentukan.
Dalam sesuatu proses pengajaran dan beberapa strategi pendekatan harus dipertimbangkan, diantaranya adalah; · Penentuan pendekatan berdasarkan tujuan pelajaran · Pemilihan metode dan teknik mengajar berdasarkan pendekatan. · Penyusunan metode dan teknik mengajar secara sistematis dengan berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran · Pembagian waktu dan langkah mengajar harus disusun dengan baik. · Distribusi alat bantu mengajar sesuai kebutuhan dalam setiap metode dan teknik mengajar. · Manajemen kelas menurut pendekatan, metode dan teknik mengajar yang dipilih.
5.0 Metode Dan Strategi Pengajaran Komputer Dalam Pendidikan Menurut Tg. Zawawi, ada beberapa praktik profesional yang harus dikuasai dan dihayati oleh para pendidik, diantaranya a) Interpreting konten kurikulum sebagai aktivitas pengajaran pembelajaran yang berarti; b) Menguasai dan bijak menggunakan alat teknologi terbaru di samping dapat memanfaatkannya ke arah mengoptimalkan proses pengajaran pembelajaran; c) Pengajaran dan pembelajaran berarti dan berfikrah dalam penguasaan keterampilan generik; d) Membantu siswa mengidentifikasi tujuan pendidikan, mendefinisikan hala tuju bagi mahasiswa, memantau kemajuan siswa, dan kemudian menyediakan ruang untuk siswa belajar menurut harga diri; e) bertanggung jawab menyediakan suasana yang mendorong pembelajaran terarah otomatis yang kreatif dan mandiri. f) Kontribusi kreatif dan inovatif khususnya dalam menghasilkan paket pembelajaran bestari yang dapat membantu proses pembelajaran siswa ke arah akses otomatis.
Berbagai metode pengajaran dan pembelajaran perlu dikuasai dan diamalkan dalam proses pengajaran dan pembelajaran komputer. Antaranya strategi inovatif yang berbasis teknologi seperti diskusi dengan teman yang jauh, pembelajaran jarak jauh, petunjuk data sebagai sumber informasi, mengolah informasi dan menghubungkan Sistem temu; merujuk ensaiklopedia elektronik; belajar dari courseware elektronik dan komunikasi elektronik. Penekanan perlu diberikan pada aspek konteks di dalam meningkatkan pemahaman konsep baru. Untuk itu, aplikasi multimedia memungkinkan pembelajaran dalam konteks digunakan untuk mengajar pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Fitur ini penting untuk mewujudkan pembelajaran akses kendiri. Dalam konteks pengajaran pembelajaran teknologi informasi beberapa metode dan strategi pengajaran dan pembelajaran dapat diaplikasikan, diantaranya,
a) Diskusi Diskusi adalah metode dan strategi yang melibatkan aktivitas percakapan di antara guru dengan siswa di dalam kelas. Melalui metode ini siswa dan guru bertukar pikiran tentang judul yang terkandung dalam komponen dasar komputer dan teknologi informasi. Berbagi dan pertukaran ide dan informasi mengenai dasar komputer dan teknologi informasi dapat dilaksanakan. Guru hanya menjadi pengurus ke sesi diskusi yang diadakan. Sebelum sesi diskusi ini dijalankan guru menjelaskan tujuan diadakan diskusi, ini untuk memungkinkan siswa untuk membuat kesepakatan tentang topik yang akan dibahas. Pelajar berperan dengan aktif memberikan pandangan masing-masing tentang judul. Pelajar akan mencatat ide-ide yang disajikan dan pada tingkat akhir rumusan dibuat oleh mahasiswa dengan bimbingan dari guru. Diskusi dilakukan secara keseluruhan kelas. Melalui diskusi secara kelas ini, beberapa hal telah dapat dimanafaatkan oleh guru dan siswa, diantaranya · Mendorong perkembangan mental siswa di mana siswa dapat · Memberikan ide tentang judul dasar komputer dan teknologi · Informasi secara luas dan bebas, sistematis dan tepat. · Pelajar dapat melatih diri berpikir dengan teliti, chatting dan mengajukan pertanyaan dan pandangan mereka mengenai judul dengan jelas. · Pelajar dapat menggunakan keterampilan lisan untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif di antara satu sama lain di samping memupuk semangat bekerjasama serta mewujudkan interaksi sosial yang positif. Keterampilan lisan dapat dapat diperkokoh.
d) Sumbangsaran Sumbangsaran atau percambahan pikiran juga digunakan dalam strategi pengajaran dan pembelajaran dasar komputer dan teknologi informasi. Melalui kegiatan ini satu sesi diskusi dilaksanakan yang memungkinkan setiap siswa mengemukakan pendapat dan ide terhadap satu judul. Dalam sumbangsaran ini, siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang memiliki di antara empat hingga lima orang setiap kelompok. untuk setiap kelompok diberikan satu topik diskusi dan anggota kelompok akan menyumbangkan ide dan pandangan yang dicatat oleh seorang pelapor setiap grup yang dibentuk.Topik-topik yang dipilih adalah yang terkandung dalam silabus yaitu dasar komputer dan teknologi informasi da itu sesuai dengan kemampuan siswa. Sebelum menjalani sesi ini siswa terlebih dahulu diberikan panduan oleh guru. Pelajar dilatih mengemukakan ide dan pendapat mereka dengan cara yang logis dan analitis. Selain itu juga dapat memupuk semangat kerjasama berbagi informasi satu sama lain. Pelajar juga dilatih agar berusaha menyelesaikan masalah penting sesama mereka.
e) Tunjukcara Tunjukcara merupakan salah satu teknik yang dilaksanakan dalam pengajaran dasar komputer dan teknologi informasi. Teknik ini juga dikenal sebagai demonstrasi. Dalam teknik ini guru akan memberikan penerangan dan demonstrasi mengenai sesuatu isi pelajaran sebaliknya siswa hanyalah melihat dan mendengar apa yang disampaikan. Misalnya teknik tunjukcara ini dilaksanakan dalam pengajaran judul perangkat keras komputer dimana guru terlebih dahulu menentukan judul, tujuan dan konten isi pelajaran kepada siswa. Peralatan turut disediakan dan disusun menurut langkah-langkah tertentu. Guru melakukan tunjukcara membuka dan menginstal komponen perangkat keras komputer Saat melakukan demonstrasi beberapa pertanyaan dikemukakan kepada siswa untuk menarik perhatian mereka terhadap isi pelajaran dan menguji pemahaman mereka terhadap penyampaian guru. Beberapa bagian utama dan penting akan didiskusikan dengan siswa setelah tunjukcara, ini adalah untuk memastikan siswa mengikuti setiap langkah yang dijelaskan saat demonstrasi tadi. Pelajar juga diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas demonstrasi seperti mana yang ditunjukkan oleh guru sebelum itu.
Teknik demonstrasi atau tunjukcara ini telah memberikan beberapa kebaikan dan efek ke siswa, diantaranya. · Pelajar telah dapat mencontoh apa yang ditampilkan dengan lebih mudah dan akurat. · Dapat memperkuat memori siswa tentang judul dan langkah-langkah untuk melaksanakannya. · Pelajar lebih mudah memahami isi pelajaran dan menimbulkan minat untuk belajar. · Critical siswa dapat diperbaiki oleh guru, ini secara tidak langsung memperbaiki kualitas pengetahuan siswa.
f) Proyek Tujuan metode ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan siswa dengan ide-ide konseptual dan mengembangkan keterampilan yang tidak mungkin dicapai melalui metode pengajaran lain. Guru menyediakan judul proyek dan siswa akan memilihnya berdasarkan relevansi. Panduan disediakan dan mencakup informasi tentang: · Proyek · Hasil yang akan diperoleh · Prosedur-prosedur khusus yang harus dipatuhi. · Batas Waktu menyiapkan proyek. Ativiti ini dilakukan setelah siswa menguasai keterampilan tertentu secara berpasangan. Pelajar menjalankan beberapa survei tentang penggunaan komputer oleh guru sekolah dalam proses pengajaran dan pembelajaran, pengetahuan guru-guru sekolah pada tipe-tipe komputer dan perbandingan harga setiap komponen utama sistem komputer. Melalui proyek ini siswa telah membuat pengamatan, mengumpulkan informasi, menganalisis data serta membuat rumusan. Sebelum dilaksanakan proyek ini, topik penelitian ditetapkan terlebih oleh guru. Tujuan dan langkah melakukan survei telah ditentukan sebelumnya untuk memudahkan mereka membuat penelitian. Bimbingan diberikan oleh guru dan hasil survei dibahas dan penilaian dibuat setelah aktivitas penelitian selesai dilakukan.
Metode proyek yang dilaksanakan ini telah memberikan keuntungan kepada siswa, diantaranya: · Memberi kesempatan kepada siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dengan cara sendiri. · Pelajar dapat menggunakan indra mereka untuk memperhatikan, menganalisis, menafsirkan dan membuat rumusan. · Pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di kelas dapat digunakan dalam kondisi.
g) Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif merujuk pada metode pengajaran yang memerlukan siswa dari berbagai kemampuan bekerjasama dalam kelompok kecil untuk mencapai satu tujuan yang sama. Sasaran adalah tahap pembelajaran yang maksimum bukan saja untuk diri sendiri, tetapi juga untuk teman-teman yang lain.
2.0 Lainnya Komponen Komputer Dalam Pendidikan Struktur kurikulum Kursus Dalam Layanan (KDP) 14 minggu komputer adalah seperti berikut a) Dasar Dinamika Guru a) Pengajaran dan pembelajaran Bestari i. Keterampilan Teknologi Informasi ii. Keterampilan Secara Kritis dan Kreatif iii. Keterampilan Belajar iv. Keterampilan mentaksir dan Menilai v. Manajemen Pembelajaran Bestari
b) Komputer Dalam Pendidikan a) Pengenalan Kepada Sistem Dan Jaringan Komputer i. Perkembangan Komputer Dan Teknologi Informasi ii. Komputer Dalam Pendidikan iii. Hardware dan Software
b) Jaringan Komputer i. Pengenalan Kepada Komunikasi Data dan Jaringan Komputer ii. Jaringan Lokal (LAN)
c) Pemeliharaan Sistem Komputer dan Manajemen Teknologi Informasi di Sekolah i. Perawatan Sistem komputer ii. Pengantar komponen dan fungsinya iii Menanggal dan menginstal ulang komponen komputer iv. Mendeteksi kerusakan dan petunjuk perangkat lunak ultiliti v. Konfigurasi sistem komputer vi. Penyediaan perangkat lunak vii. Manajemen berkas vii. Persiapan Sistem jaringan ix Manajemen dan perawatan hardware
d) Manajemen Teknologi Informasi a) Merancang, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan TM di sekolah b) Penyediaan laboratorium komputer c). Aspek keamanan
e) Internet Dalam Pendidikan a) Pengenalan Internet i. Penggunaan internet ii. Persyaratan Hardware dan Software iii. Penggunaan Internet Dalam Pendidikan iv. Keterampilan Cari Dan Menyimpan Informasi Dari Internet v. Kiat-kiat Saat Terkait Internet
b) Pembangunan Halaman Web i. Mengenal contoh-contoh Halaman Web ii. Mengidentifikasi contoh-contoh perangkat lunak yang berhubungan iii. Pemilihan grafis dan musik
3.0 Teori Dan Strategi Pembelajaran Pembelajaran adalah proses akuisisi informasi dan pengetahuan, penguasaan keterampilan dan kebiasaan serta pembentukan sikap dan kepercayaan. Proses pembelajaran terjadi sepanjang hayat seseorang manusia. Proses pembelajaran terjadi di mana-mana tempat dan pada setiap masa. Dalam konteks pendidikan, guru biasanya berusaha sekuat tenaga mengajar agar siswa dapat belajar dan menguasai isi pelajaran untuk mencapai sesuatu tujuan yang ditentukan. Pembelajaran akan membawa kepada perubahan pada seseorang. Namun perubahan yang disebabkan oleh kematangan seperti berjalan dan makan atau penyakit dan kelaparan tidaklah dianggap sebagai pembelajaran. Kamus Dewan menentukan pembelajaran sebagai proses belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan menjalani pelatihan. Menurut pandangan anggota kognitif, pembelajaran dapat didefinisikan sebagai satu proses internal yang menghasilkan perubahan perilaku yang agak permanen. Sedangkan aliran behavioris pula berpendapat bahwa pembelajaran adalah perubahan dalam tingkah laku, yaitu cara seseorang bertindak dalam suatu situasi. Dalam psikologi humanis pembelajaran dianggap proses yang dapat membantu seseorang mencapai sempurna otomatis dan nilai individu. Teori-Teori pembelajaran memiliki beberapa kepentingan para guru.
Menurut Arif Sukardi (1987), ada beberapa sebab teori-teori pembelajaran ini perlu dikuasai oleh guru, diantaranya adalah sebagai berikut: a) teori pembelajaran membantu guru memahami proses pembelajaran yang terjadi di dalam diri siswa itu sendiri. b) guru dapat memahami kondisi dan faktor yang mempengaruhi, mempercepat atau memperlambat proses pembelajaran seseorang. c) guru dapat membuat prediksi yang akurat tentang hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran.
Ada beberapa teori yang dikemukakan mengenai pembelajaran, setiap teori memiliki konsep atau prinsip tersendiri pada proses belajar. Berdasarkan berbezaan sudut pandang ini maka teori pembelajaran tersebut dapat dikategorikan ke beberapa bagian.
a) Teori Tingkah Laku Teori ini diperkenalkan oleh aliran mazhab behavioris. Mereka berpendapat bahwa pembelajaran adalah perubahan dalam tingkah laku, yaitu cara seseorang bertindak dalam suatu situasi. Tampilan ini memfokuskan kepada perubahan tingkahlaku yang nyata dan dapat diperhatikan. Di antara pandangan atau definisi pembelajaran mazhab behavioris yang dapat diterima umum adalah seperti yang diberikan oleh Kimble (1961) yang menyatakan pembelajaran sebagai perubahan potensi tingkahlaku yang agak tetap akibat dari latihan pengukuhan. Perubahan pembelajaran ini terjadi dalam empat proses yaitu hubungan, pelaziman klasik, pelaziman operan dan pembelajaran melalui pengamatan. Di antara prinsip-prinsip teori behaviorisme yang diterapkan dalam pembelajaran komputer adalah a) Proses belajar dapat terjadi dengan baik bila siswa ikut dengan aktif didalamnya. Kondisi ini dapat diwujudkan dengan dengan menyediakan kegiatan tertenti yang melibatkan siswa secara aktif seperti diskusi dalam kelompok, aktivitas praktik, misalnya praktik membuka dan menginstal komponen perangkat keras komputer. b) Bahan pelajaran disusun dalam urutan yang logis supaya pelajar dapat dengan mudah mempelajarinya dan dapat memberikan respon tertentu. Misalnya dalam menyampaikan judul komponen perangkat keras komputer bahan-alat bantu mengajar seperti kertas distribusi atau hand out disediakan terlebih dahulu di samping penggunanaan slide powerpoint dapat menjelaskan sesuatu konsep atau fungsi dengan jelas.Ini memudahkan siswa memahami judul yang diajar. c) Setiap respon harus diberi tanggapan langsung agar siswa dapat mengetahui apakah respon yang diberikannya telah benar. Keterlibatan dan perhatian siswa dapat dipertahankan dengan memberikan imbalan atau rangsangan dengan tujuan untuk memotivasi mereka untuk mengikuti pembelajaran berikutnya. Setiap respon siswa perlu diberikan masukan yang positif. d) Setiap kali siswa memberikan respon yang benar maka ia harus diberi motivasi. Setiap kali pelakar berhasil melakukan sesuatu aktivitas atau memberikan respon yang benar atau baik maka ia harus diberikan imbalan untuk mempertahankan minat siswa untuk melanjutkan pembelajaran berikutnya. Misalnya dalam aktivitas kelompok instalasi komponen perangkat keras komputer dalam grup, guru dapat memberikan imbalan seperti jumlah nilai tertinggi, kakat-kata pujian atau bentuk tindakan yang dapat memotivasi siswa.
Menurut (Gagne, Briggs dan Wager 1992) dalam teori pembelajaran perilaku (Behavioral), terdapat sembilan elemen yang baik untuk sesuatu pengajaran. Berdasarkan sembilan elemen ini, jika dikaitkan dengan pengajaran topik Konsep Dasar Sistem Komputer beberapa metode dan strategi dapat diterapkan saat proses pengajaran dilakukan di dalam kelas. Misalnya dalam pengajaran pembelajaran perangkat keras komputer, pada awal pengajaran seorang guru itu harus pandai menarik perhatian dengan menyediakan alat bantu mengajar yang dapat menarik perhatian seperti presentasi powerpoint yang menarik terutama untuk menjelaskan tentang judul mengenai dasar perkasan komputer ke dalam kelas. Guru harus memberitahu siswa bahwa judul ini sangat menarik dan penting karena ia akan mengungkapkan siswa ke pengetahuan dasar mengenai perangkat keras sistem komputer. Guru harus memberitahu siswa tentang tujuan pelajaran dan apa yang diharapkan satelah selesai mengikuti pembelajaran. Misalnya, guru harus menjelaskan mengapa judul ini sangat penting untuk di pelajari dan apakah penggunaan dan kepentingannya terhadap siswa. Selain itu, sebelum memulai sesuatu proses pengajaran dan pembelajaran, seorang guru itu harus merangsang siswa untuk mengingat kembali materi yang telah di pelajari sebelumnya. Guru juga harus mempersembahkan bahan yang merangsang yaitu dalam beberapa pertanyaan, suara guru harus jelas dan berintonasi, susunan ide saat berbicara juga penting dan juga menggunakan berbagai media yang relevan misalnya grafik alir, gambarajah dan juga slide proyektor. Guru juga harus mendorong siswa berbicara dan menyuruh siswa mengajar teman-teman mereka yang tidak mengerti tentang topik yang di ajar pada hari itu. Guru harus mendeteksi kemajuan siswa dengan mengemukakan pertanyaan atau memberi tugas agar siswa dapat mengaplikasikan ilmu yang di pelajari. Misalnya, guru memberi tugas kepada siswa bagaimana untuk mendapatkan data tentang jenis perangkat keras komputer terakhir di pasar judul perangkat keras komputer yang telah dipelajari sebelumnya.
b) Teori Kognitif Psikolog kognitif menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses internal dan tidak dapat diperhatikan secara langsung. Pembelajaran menyebabkan perubahan perilaku seseorang terhadap sesuatu situasi yang khusus. Perubahan perilaku dianggap cuma mencerminkan perubahan internal yang sulit untuk diperhatikan seperti pengetahuan, perasaan, harapan dan pemikiran. Menurut Bruner untuk mengajar sesuatu tidak perlu menunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu. Aspek pentingnya adalah bahan pengajaran harus disediakan dengan baik. Dengan kata lain perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral dimana materi pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari tingkat rendah sampai ke tingkat menengah, disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif mereka. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep, makna dan hubungan dalam proses intuitif dan seterusnya menghasilkan suatu kesimpulan.
Menurut Hartley & Davies (1976), prinsip-prinsip kognif dari beberapa contoh di atas banyak diterapkan dalam dunia pendidikan khususnya dalam melaksanakan kegiatan perencanaan pembelajaran. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut a) Siswa akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu. b) Penyusunan bahan pelajaran dari sederhana ke rumit. Pelajar harus lebih tahu tugas-tugas yang bersifat lebih sederhana. c) Pembelajaran dengan memahami lebih baik dari pada menghafal tanpa pemahaman. Sesuatu yang baru harus sesuai dengan apa yang telah diketahui siswa sebelumnya. d) Tugas guru di sini adalah menunjukkan hubungan apa yang telah diketahui sebelumnya. e) Adanya perbedaan individu yang harus diperhatikan dan faktor ini mempengaruhi proses pembelajaran siswa.
Kognitif berhubungan dengan mental, dan ianya berkaitan erat dengan ingatan jangka panjang dan memori jangka pendek. Ini dapat dilihat dalam teori Pengolahan Informasi. Teori ini berfokus pada bagaimana siswa memproses informasi oleh siswa. Informasi yang baru disimpan dalam memori jangka pendek. Kemudian diproses sebelum disimpan ke memori jangka panjang. Kombinasi pengetahuan (informasi yang diproses) dan keterampilan di memori jangka panjang akan membangun strategi kognitif atau keterampilan yang berhubungan dengan tugas-tugas yang kompleks. Langkah langkah pengajaran mengikut teori pemrosesan informasi disampaikan sebagai berikut. a) Perhatian siswa: Permulaan pengajaran dengan memberikan feature induksi yang dapat menarik perhatian siswa ke guru dan pengajaran. Misalnya dalam pengajaran judul perangkat keras komputer guru dapat bersoaljawab dengan siswa dan menunjukkan beberapa contoh perangkat keras kompouter ke dalam kelas. b) Membawa memori siswa pada judul yang berhubungan. Diskusi judul-judul yang lalu yang sudah dipelajari dan dikaitkan dengan topik yang kan diajar. c) Penekanan terhadap isi pelajaran yang penting (utama). Pengajaran pembelajaran sesuatu tajuk disampaikan dengan petunjuk alat bantu mengajar yang bertepatan dengan judul yang akan disampaikan. Misalnya dalam pengajaran judul perangkat keras komputer beberapa handout tentang didistribusikan ke siswa sebagai banah panduan dan referensi untuk mengikuti pengajaran guru. Selain penyediaan slide powerpoint yang baik dan dapat menjelaskan isi pelajaran yang disampaikan. d) Persembahkan informasi dengan teratur dengan menggunakan alat bantu mengajar yang sesuai. Misalnya seperti perangkat lunak kursus yang berhubungan dengan judul perangkat keras komputer. e) Tunjukkan pelajar bagaimana mengkategorikan informasi yang diterima. Guru membantu dan memberikan bimbingan kepada siswa untuk melaksanakan memahami dan pembelajaran. f) Beri kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan informasi yang baru diterima g) Pengulangan Contoh ialah mengingatkan pelajar beberapa isi penting yang dipelajari (ingatan janga pendek) dan menyediakan
beberapa aktivitas atau latihan yang berhubungan dengan pelajaran yang lalu (memori jangka panjang)
c) Teori Konstruktivisime Konstruktivisime merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam minda manusia. Unsur-unsur konstruktivisme telah lama dipraktekkan dalam metode pengajaran dan pembelajaran di tingkat sekolah, maktab dan universitas tetapi tidak begitu signifikan dan tidak ditekankan. Berdasarkan pemahaman konstruktivisme, ilmu pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru kepada siswa dalam bentuk yang serba sempurna. Pelajar perlu bina sesuatu pengetahuan itu menurut pengalaman masing-masing. Pembelajaran adalah hasil dari usaha siswa itu sendiri dan guru tidak dapat belajar untuk siswa. Blok bangunan dasar untuk ilmu pengetahuan adalah satu skema iaiatu aktivitas mental yang digunakan oleh siswa sebagai bahan mentah untuk proses renungan dan pengabstrakan. Pikiran siswa tidak akan menghadapi realitas yang ada secara terpisah dalam lingkungan. Realitas yang diketahui murid adalah realitas yang dibangun sendiri. Pelajar sebenarnya telah memiliki satu set idea dan pengalaman yang membentuk struktur kognitif terhadap lingkungan mereka.Untuk membantu siswa membangun konsep atau pengetahuan baru, guru harus memperhatikan struktur kognitif yang ada pada mereka. Bila informasi baru telah disesuaikan dan diserap untuk dijadikan bagian dari pegangan kuat mereka, barulah kerangka baru tentang sesuatu bentuk ilmu pengetahuan dapat dibangun. .
Beberapa orang anggota konstruktivisme yang terkemuka berpendapat bahwa pembelajaran yang berarti itu dimulai dengan pengetahuan atau pengalaman yang ada siswa. Rutherford dan Ahlgren berpendapat bahwa siswa memiliki ide mereka sendiri hampir dalam semua hal, dimana ada yang benar dan ada yang salah. Jika pemahaman dan salah konsep ini diabaikan atau tidak ditangani dengan baik, pemahaman atau kepercayaan asal mereka itu akan tetap kekal walaupun dalam ujian ini dapat memberi jawaban seperti yang diinginkan oleh guru. John Dewey menguatkan lagi teori konstruktivisme ini dengan mengatakan bahwa pendidik yang efisien harus melaksanakan pengajaran dan pembelajaran sebagai proses menyusun atau membangun pengalaman secara berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi siswa dalam setiap aktivitas pengajaran dan pembelajaran. Dari persepektif epistemologi yang disarankan dalam konstruktivisme fungsi guru akan berubah. Perubahan akan terjadi dalam teknik pengajaran dan pembelajaran, penilaian, penelitian dan cara melaksanakan kurikulum. Misalnya, perspektif ini akan mengubah metode pengajaran dan pembelajaran yang berkonsentrasi kepada perolehan siswa meniru dengan tepat apa saja yang disampaikan oleh guru kepada metode pengajaran dan pembelajaran yang berkonsentrasi kepada perolehan siswa membangun skema pengkonsepan berdasarkan pengalaman yang aktif.
Dalam teori konstruktivisme, pelajar tidak lagi dianggap belajar dari apa yang diberikan guru atau sistem pengajaran tetapi secara aktif membangun realitas mereka sendiri dan pada waktu yang sama mengubah realitas tersebut. Ini adalah sesuai dengan metode pengajaran dan pembelajaran berbasis komputeri. Dalam melaksanakan pengajaran perangkat keras komputer siswa aktif dalam membangun realitas mereka sendiri. Segala pengetahuan dibangun oleh siswa dalam modul tidak didukung dari pengetahuan luar. Dick (1997) menyatakan bahwa konstruktivisme hanya mengusulkan metode dalam mana lingkungan pembelajaran dapat disusunatur dan diurus supaya dapat memberikan siswa dengan konteks terbaik untuk belajar. Pembelajaran akan melibatkan pelajar yang aktif dengan mencari pengetahuan dan melibatkan kerja-kerja amali. Teori ini juga beranggapan bahwa siswa mampu untuk membuat penelitian, menganalisis dan mempersembahkan informasi.
d) Teori Andragogi Teori andragogi oleh Kowles adalah suatu upaya untuk mengembangkan satu teori yang khas tentang pembelajaran orang dewasa. Knowles menegaskan orang dewasa adalah terarah diri dan diperkirakan bertanggung jawab atas keputusannya. Program pembelajaran orang dewasa seharusnya menampung aspek dasar ini. Andragogi membuat asumsi-asumsi berikut pada pola pembelajaran: a) Orang dewasa perlu mengetahui sebab ia harus mempelajari sesuatu b) Orang dewasa perlu belajar secara eksperimen. c) Orang dewasa menganggap pembelajaran sebagai solusi masalah. d Pembelajaran orang dewasa paling efektif jika topik pelajarannya mempunyai nilai segera.
Secara prakteknya, andragogi berarti instruksi untuk orang dewasa harus berfokuskan lebih ke proses dari materi yang diajarkan. Strategi-strategi seperti studi kasus, main peran, simulasi, dan penilaian diri adalah paling berguna. Pengajar berperan sebagai fasilitator atau staf resos dan kurang sebagai dosen atau penilai. Andragogi diaplikasikan ke bentuk pembelajaran orang dewasa dan telah digunakan luas dalam mencorak lahan organisasi.
Knowles memberi satu contoh aplikasi prinsip-prinsip andragogi dalam desain pelatihan komputer pribadi: a) Perlunya menjelaskan sebab sesuatu diajar (Misalnya, perintah tertentu, fungsi, operasi. b) Instruksi harus berorientasi tugas dan bukan hafalan-aktivitas pembelajaran harus dalam konteks di mana pekerjaan dilakukan. c) Instruksi perlu mempertimbangkan berbagai latar belakang siswa; bahan dan aktivitas pembelajaran harus disesuaikan dengan tipe / tingkat pengalaman
petunjuk komputer yang berbeda. Karena orang dewasa adalah terarah diri, instruksi harus mengizinkan siswa dewasa melakukan penemuan sendiri, dan memberi bimbingan dan bantuan jika kesalahan terjadi. Marzano dan Arredondo mengutarakan teknik pemrosesan mendalam (Deep Processing) yang menegaskan komponen pemikiran yaitu gambar, sensasi, emosi dan linguistik. Untuk mengingat sesuatu hal dengan baik, keempat komponen dibangkitkan.
Prinsip-prinsip Andragogi adalah seperti beikut. a) Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi instruksinya. b) Pengalaman (termasuk kesalahan) menjadi dasar untuk aktivitas pembelajaran. c) Orang dewasa paling berminat mempelajari subjek yang memiliki hubungan yang segera dengan pekerjaan atau kehidupan pribadinya. d) Pembelajaran orang dewasa adalah berpusatkan masalah dan bukan berorientasi isi
4.0 Konsep Pendekatan, Metode, Teknik Dan Strategi Pembelajaran Konsep pendekatan, metode, teknik dan strategi terkait satu sama lain dan saling lengkap melengkapi sehingga sulit untuk dibedakan antara satu dengan yang lain. Namun konsep pendekatan, metode, teknik dan strategi memiliki beberapa fitur tertentu. Pendekatan berarti cara mendekati sesuatu. Pendekatan mengacu pada cara bagaimana sesuatu mata pelajaran diajarkan berdasarkan tujuannya. Menurut Edward M. Anthony (1963), pendekatan adalah satu set asumsi yang saling terkait dengan proses pengajaran dan pembelajaran. Menurut itu pendekatan harus berlandaskan model, prinsip atau teori pembelajaran yang mencakup hal berikut: · Beton ke abstrak · Mudah ke kompleks · Keseluruhan ke bagian · Umum ke spesifik · Spesifik ke umum · Dekat ke jauh · Diketahui ke belum diketahui
Menurut satu seri tindakan guru yang sistematis dengan tujuan mencapai objektif pelajaran spesifik dalam jangka pendek. Seperti Edward M. Anthony (1963) metode merujuk pada ikhtiar keseluruhan diinginkan dalam satu set prosedur yang tersusun, berlandaskan kepada sesuatu pendekatan yang dipilih. Teknik mengajar adalah keterampilan guru dalam mengelola dan melaksanakan metode mengajar dalam sesuatu aktivitas pembelajaran. Di antara teknik mengajar yang biasa digunakan adalah teknik bercerita, bersyarah, diskusi, demonstrasi, latih tubi, penyoalan, sumbangsaran dan permainan. Tujuan menggunakan berbagai teknik mengajar dalam situasi pengajaran adalah untuk menarik minat siswa, mempertahankan perhatian serta membangkitkan rasa ingin tahu siswa agar mencapai tujuan pengajaran pembelajaran. Pemilihan teknik mengajar harus berdasarkan umur, kecerdasan, kemampuan dan minat siswa. Strategi berarti kebijaksanaan dalam mengelola sesuatu. Ini merujuk pada kebijaksanaan guru memilih pendekatan dan efisiensi merencanakan metode, teknik dalam satu-satu pengajaran berdasarkan tujuan pelajaran yang ditentukan.
Dalam sesuatu proses pengajaran dan beberapa strategi pendekatan harus dipertimbangkan, diantaranya adalah; · Penentuan pendekatan berdasarkan tujuan pelajaran · Pemilihan metode dan teknik mengajar berdasarkan pendekatan. · Penyusunan metode dan teknik mengajar secara sistematis dengan berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran · Pembagian waktu dan langkah mengajar harus disusun dengan baik. · Distribusi alat bantu mengajar sesuai kebutuhan dalam setiap metode dan teknik mengajar. · Manajemen kelas menurut pendekatan, metode dan teknik mengajar yang dipilih.
5.0 Metode Dan Strategi Pengajaran Komputer Dalam Pendidikan Menurut Tg. Zawawi, ada beberapa praktik profesional yang harus dikuasai dan dihayati oleh para pendidik, diantaranya a) Interpreting konten kurikulum sebagai aktivitas pengajaran pembelajaran yang berarti; b) Menguasai dan bijak menggunakan alat teknologi terbaru di samping dapat memanfaatkannya ke arah mengoptimalkan proses pengajaran pembelajaran; c) Pengajaran dan pembelajaran berarti dan berfikrah dalam penguasaan keterampilan generik; d) Membantu siswa mengidentifikasi tujuan pendidikan, mendefinisikan hala tuju bagi mahasiswa, memantau kemajuan siswa, dan kemudian menyediakan ruang untuk siswa belajar menurut harga diri; e) bertanggung jawab menyediakan suasana yang mendorong pembelajaran terarah otomatis yang kreatif dan mandiri. f) Kontribusi kreatif dan inovatif khususnya dalam menghasilkan paket pembelajaran bestari yang dapat membantu proses pembelajaran siswa ke arah akses otomatis.
Berbagai metode pengajaran dan pembelajaran perlu dikuasai dan diamalkan dalam proses pengajaran dan pembelajaran komputer. Antaranya strategi inovatif yang berbasis teknologi seperti diskusi dengan teman yang jauh, pembelajaran jarak jauh, petunjuk data sebagai sumber informasi, mengolah informasi dan menghubungkan Sistem temu; merujuk ensaiklopedia elektronik; belajar dari courseware elektronik dan komunikasi elektronik. Penekanan perlu diberikan pada aspek konteks di dalam meningkatkan pemahaman konsep baru. Untuk itu, aplikasi multimedia memungkinkan pembelajaran dalam konteks digunakan untuk mengajar pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Fitur ini penting untuk mewujudkan pembelajaran akses kendiri. Dalam konteks pengajaran pembelajaran teknologi informasi beberapa metode dan strategi pengajaran dan pembelajaran dapat diaplikasikan, diantaranya,
a) Diskusi Diskusi adalah metode dan strategi yang melibatkan aktivitas percakapan di antara guru dengan siswa di dalam kelas. Melalui metode ini siswa dan guru bertukar pikiran tentang judul yang terkandung dalam komponen dasar komputer dan teknologi informasi. Berbagi dan pertukaran ide dan informasi mengenai dasar komputer dan teknologi informasi dapat dilaksanakan. Guru hanya menjadi pengurus ke sesi diskusi yang diadakan. Sebelum sesi diskusi ini dijalankan guru menjelaskan tujuan diadakan diskusi, ini untuk memungkinkan siswa untuk membuat kesepakatan tentang topik yang akan dibahas. Pelajar berperan dengan aktif memberikan pandangan masing-masing tentang judul. Pelajar akan mencatat ide-ide yang disajikan dan pada tingkat akhir rumusan dibuat oleh mahasiswa dengan bimbingan dari guru. Diskusi dilakukan secara keseluruhan kelas. Melalui diskusi secara kelas ini, beberapa hal telah dapat dimanafaatkan oleh guru dan siswa, diantaranya · Mendorong perkembangan mental siswa di mana siswa dapat · Memberikan ide tentang judul dasar komputer dan teknologi · Informasi secara luas dan bebas, sistematis dan tepat. · Pelajar dapat melatih diri berpikir dengan teliti, chatting dan mengajukan pertanyaan dan pandangan mereka mengenai judul dengan jelas. · Pelajar dapat menggunakan keterampilan lisan untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif di antara satu sama lain di samping memupuk semangat bekerjasama serta mewujudkan interaksi sosial yang positif. Keterampilan lisan dapat dapat diperkokoh.
d) Sumbangsaran Sumbangsaran atau percambahan pikiran juga digunakan dalam strategi pengajaran dan pembelajaran dasar komputer dan teknologi informasi. Melalui kegiatan ini satu sesi diskusi dilaksanakan yang memungkinkan setiap siswa mengemukakan pendapat dan ide terhadap satu judul. Dalam sumbangsaran ini, siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang memiliki di antara empat hingga lima orang setiap kelompok. untuk setiap kelompok diberikan satu topik diskusi dan anggota kelompok akan menyumbangkan ide dan pandangan yang dicatat oleh seorang pelapor setiap grup yang dibentuk.Topik-topik yang dipilih adalah yang terkandung dalam silabus yaitu dasar komputer dan teknologi informasi da itu sesuai dengan kemampuan siswa. Sebelum menjalani sesi ini siswa terlebih dahulu diberikan panduan oleh guru. Pelajar dilatih mengemukakan ide dan pendapat mereka dengan cara yang logis dan analitis. Selain itu juga dapat memupuk semangat kerjasama berbagi informasi satu sama lain. Pelajar juga dilatih agar berusaha menyelesaikan masalah penting sesama mereka.
e) Tunjukcara Tunjukcara merupakan salah satu teknik yang dilaksanakan dalam pengajaran dasar komputer dan teknologi informasi. Teknik ini juga dikenal sebagai demonstrasi. Dalam teknik ini guru akan memberikan penerangan dan demonstrasi mengenai sesuatu isi pelajaran sebaliknya siswa hanyalah melihat dan mendengar apa yang disampaikan. Misalnya teknik tunjukcara ini dilaksanakan dalam pengajaran judul perangkat keras komputer dimana guru terlebih dahulu menentukan judul, tujuan dan konten isi pelajaran kepada siswa. Peralatan turut disediakan dan disusun menurut langkah-langkah tertentu. Guru melakukan tunjukcara membuka dan menginstal komponen perangkat keras komputer Saat melakukan demonstrasi beberapa pertanyaan dikemukakan kepada siswa untuk menarik perhatian mereka terhadap isi pelajaran dan menguji pemahaman mereka terhadap penyampaian guru. Beberapa bagian utama dan penting akan didiskusikan dengan siswa setelah tunjukcara, ini adalah untuk memastikan siswa mengikuti setiap langkah yang dijelaskan saat demonstrasi tadi. Pelajar juga diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas demonstrasi seperti mana yang ditunjukkan oleh guru sebelum itu.
Teknik demonstrasi atau tunjukcara ini telah memberikan beberapa kebaikan dan efek ke siswa, diantaranya. · Pelajar telah dapat mencontoh apa yang ditampilkan dengan lebih mudah dan akurat. · Dapat memperkuat memori siswa tentang judul dan langkah-langkah untuk melaksanakannya. · Pelajar lebih mudah memahami isi pelajaran dan menimbulkan minat untuk belajar. · Critical siswa dapat diperbaiki oleh guru, ini secara tidak langsung memperbaiki kualitas pengetahuan siswa.
f) Proyek Tujuan metode ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan siswa dengan ide-ide konseptual dan mengembangkan keterampilan yang tidak mungkin dicapai melalui metode pengajaran lain. Guru menyediakan judul proyek dan siswa akan memilihnya berdasarkan relevansi. Panduan disediakan dan mencakup informasi tentang: · Proyek · Hasil yang akan diperoleh · Prosedur-prosedur khusus yang harus dipatuhi. · Batas Waktu menyiapkan proyek. Ativiti ini dilakukan setelah siswa menguasai keterampilan tertentu secara berpasangan. Pelajar menjalankan beberapa survei tentang penggunaan komputer oleh guru sekolah dalam proses pengajaran dan pembelajaran, pengetahuan guru-guru sekolah pada tipe-tipe komputer dan perbandingan harga setiap komponen utama sistem komputer. Melalui proyek ini siswa telah membuat pengamatan, mengumpulkan informasi, menganalisis data serta membuat rumusan. Sebelum dilaksanakan proyek ini, topik penelitian ditetapkan terlebih oleh guru. Tujuan dan langkah melakukan survei telah ditentukan sebelumnya untuk memudahkan mereka membuat penelitian. Bimbingan diberikan oleh guru dan hasil survei dibahas dan penilaian dibuat setelah aktivitas penelitian selesai dilakukan.
Metode proyek yang dilaksanakan ini telah memberikan keuntungan kepada siswa, diantaranya: · Memberi kesempatan kepada siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dengan cara sendiri. · Pelajar dapat menggunakan indra mereka untuk memperhatikan, menganalisis, menafsirkan dan membuat rumusan. · Pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di kelas dapat digunakan dalam kondisi.
g) Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif merujuk pada metode pengajaran yang memerlukan siswa dari berbagai kemampuan bekerjasama dalam kelompok kecil untuk mencapai satu tujuan yang sama. Sasaran adalah tahap pembelajaran yang maksimum bukan saja untuk diri sendiri, tetapi juga untuk teman-teman yang lain.